BUTON, BUTONSATU.com - Bagi sebagian orang, kemewahan mungkin berarti gelar akademik atau jabatan tinggi. Namun bagi Mama Inang, seorang wanita tangguh asal Wabula, kebahagiaan sejati hanyalah sebuah perahu. Setelah bertahun-tahun menerjang ombak dengan berjalan kaki hingga air sebatas dada demi mencari nafkah, sebuah keajaiban datang di Jumat sore yang syahdu. Bukan tentang seberapa mewah hadiahnya, tapi tentang solidaritas tanpa batas dari para sahabat alumni SMP Negeri 1 Wabula angkatan 2000 yang membuktikan bahwa persahabatan sejati takkan membiarkan anggotanya berjuang sendirian.

Kehidupan seringkali membawa kita pada jalan yang berbeda-beda. Ada yang mengejar gelar S1, S2, hingga berjuang menjadi P3K. Namun, di sudut hati Mama Inang, ia hanya punya satu mimpi sederhana: ingin memiliki perahu sendiri. Selama ini, ia harus bersahabat dengan pasang surut air laut. Jika air surut, ia tersenyum; namun jika air pasang, ia harus menelan getir karena tak bisa melaut untuk sekadar mencari uang belanja.

Meski piawai menombak dan memancing ikan berkat didikan sang ayah sejak kecil, keterbatasan sarana membuat Mama Inang harus bertaruh nyawa melaut tanpa bisa berenang. Di sela-sela perjuangannya, ia pun mulai belajar menenun sarung demi menambah penghasilan keluarga.

Tuhan tidak tidur. Doa yang dipanjatkan setiap malam di tengah deburan ombak akhirnya terjawab melalui perantara "Leting-Leting" (teman seangkatan) SMPN 1 Wabula angkatan 2000. Sebuah mobil datang membawa kado paling berharga dalam hidupnya: sebuah perahu.

Air mata haru tak terbendung. Mama Inang, yang kini berstatus janda, tak menyangka bahwa teman-temannya masih begitu peduli.

❤️❤️Syukur Alhamdulillah hatiku senang bahagia terimakasih banyak semua leting letingQ alumni SMP Wabula tahun 2000 atas bantuan kado/hadiah terindah perhatiannya untuk saya,😊 sekali lagi terima kasih banyak semoga sehat selalu di mudahkan rezekinya Amin 🤲🏻❤️❤️ , ujar Mama Inang di status sosial media miliknya.

Bantuan ini bukan sekadar barang, melainkan simbol bahwa ikatan persahabatan sejak bangku sekolah 26 tahun yang lalu masih kokoh berdiri. "Terima kasih banyak atas perhatian dan kado terindah ini," ungkap Mama Inang dengan penuh syukur.

Kini, Mama Inang tidak perlu lagi khawatir saat air laut setinggi dada. Perahu baru ini akan menjadi saksi perjuangan barunya dalam mencari rezeki. Bagi alumni SMPN 1 Wabula angkatan 2000, aksi ini adalah bukti bahwa berbagi kepada sesama adalah pencapaian tertinggi dalam hidup.

Semoga kebaikan para sahabat dibalas dengan rezeki yang melimpah dan kesehatan. Untuk Mama Inang, selamat melaut dengan perahu baru!