KENDARI, BUTONSATU.com – Pemerintah Kabupaten Buton tampil memukau dalam Karnaval Budaya yang menjadi bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Provinsi Sulawesi Tenggara. Kegiatan yang dipusatkan di kawasan Eks MTQ Kendari ini berlangsung meriah pada Jumat sore (24/04/2026).
Mewakili Bupati Buton, Sekretaris Daerah Kabupaten Buton La Ode Syamsudin, S.Pd., M.Si., memimpin langsung delegasi dengan mengusung tema “Barisan Pawai Budaya Harmoni Sultra”.
Daya tarik utama barisan Kabupaten Buton adalah ditampilkannya fragmen sejarah lawatan Sultan Buton ke Kadie-kadie (wilayah-wilayah kekuasaan) pada masa pemerintahan Oputa Yi Koo atau Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi.
Sosok Oputa Yi Koo merupakan Pahlawan Nasional asal Buton yang sangat dihormati. Beliau dikenal karena kegigihannya melawan penjajahan VOC Belanda selama 24 tahun (1752–1776). Keputusannya untuk masuk ke dalam hutan demi bergerilya demi menolak perjanjian yang merugikan rakyat membuatnya abadi dalam sejarah dengan julukan “Sultan yang Berada di Hutan”.
Pawai diawali dengan atraksi dua panglima besar atau Kapitalao, yakni Kapitalao Sukanaeo dan Kapitalao Matanaeo, didampingi dua orang Bonto. Mereka menyuguhkan Tarian Mangaru, sebuah tarian heroik yang menyimbolkan keberanian dan semangat pantang menyerah rakyat Buton.
Di barisan utama, tampil sosok yang memerankan Sultan Oputa Yi Koo dengan busana adat kebesaran, dikelilingi oleh jajaran perangkat tinggi Kesultanan Buton seperti Sapati, Kenepulu, Bonto Ogena, Lakina, serta barisan perempuan dengan pakaian adat khas Buton yang menawan. Formasi ini menggambarkan tatanan pemerintahan yang bijaksana dan kehidupan rakyat yang makmur di masa lampau.
Partisipasi aktif dalam pawai budaya ini ditegaskan sebagai upaya konkret dalam melestarikan warisan luhur sekaligus membangkitkan kebanggaan generasi muda terhadap sejarah Buton.
Semangat pelestarian budaya ini berjalan selaras dengan visi “Buton Bersinar” di bawah kepemimpinan Bupati Buton Alvin Akawijaya Putra, S.H., bersama Wakil Bupati Syarifudin Saafa, S.T. Pembangunan daerah diarahkan tidak hanya pada aspek infrastruktur, tetapi juga mewujudkan masyarakat yang religius, sejahtera, mandiri, dan berdaya saing melalui pembangunan yang tetap berakar pada nilai-nilai keberlanjutan.
Melalui karnaval ini, Kabupaten Buton sukses menyampaikan pesan bahwa kemajuan masa depan harus tetap berpijak pada jati diri dan sejarah bangsa yang kuat.























