JAKARTA, BUTONSATU.com – Bupati Buton Alvin Akawijaya Putra, S.H., bersama Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buton Muliadin Masra, S.K.M., M.Si., dan Direktur RSUD Kabupaten Buton Ridwan Saifun, S.Kep., Ners., M.Kes., melakukan audiensi langsung dengan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Ir. Budi Gunadi Sadikin, CHFC, CLU, di Ruang Rapat 215 Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, pada Rabu (29/7/2026).

Pertemuan ini dipimpin langsung oleh Gubernur Sulawesi Tenggara Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, serta turut dihadiri oleh Wali Kota Baubau H. Yusran Fahim, S.E., dan Wakil Wali Kota Baubau Ir. Wa Ode Hamsinah Bolu, M.Sc. Kunjungan ini menjadi bentuk komitmen dan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah di Sulawesi Tenggara dengan pemerintah pusat dalam mempercepat pembangunan sektor kesehatan.

Dalam audiensi tersebut, Bupati Buton Alvin Akawijaya Putra secara khusus menyampaikan usulan dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk peningkatan sarana dan prasarana kesehatan di wilayah Kabupaten Buton, utamanya untuk pengembangan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan fasilitas puskesmas. Dukungan tersebut diharapkan mampu memperkuat layanan kesehatan dasar sehingga masyarakat dapat memperoleh pelayanan yang lebih berkualitas, merata, dan mudah dijangkau

Selain mengajukan usulan DAK, audiensi tersebut juga membahas sejumlah langkah penguatan sektor kesehatan daerah, di antaranya:

  • Peningkatan Akses & Mutu Layanan: Menjamin ketersediaan fasilitas kesehatan yang layak bagi masyarakat.

  • Pemerataan SDM Kesehatan: Pemenuhan dan pemerataan tenaga medis/kesehatan hingga ke pelosok daerah.

  • Penguatan Sinergi Pusat-Daerah: Membangun kolaborasi yang berkelanjutan antara Kementerian Kesehatan dan Pemerintah Daerah.

  • Akselerasi Program Nasional: Dukungan terhadap implementasi Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) dan Transformasi Sistem Kesehatan agar pelayanan kesehatan makin modern dan responsif terhadap kebutuhan warga Sulawesi Tenggara.

Langkah responsif Pemkab Buton dalam memperjuangkan alokasi anggaran pusat ini diharapkan menjadi titik balik dalam menghadirkan transformasi pelayanan kesehatan yang lebih modern, merata, dan prima khususnya di wilayah Sulawesi Tenggara.