BAUBAU, BUTONSATU.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau bergerak cepat dalam meringankan beban warga yang tertimpa musibah. Mewakili Pemerintah Daerah, Sekretaris Daerah Kota Baubau La Ode Darus Salam, S.Sos., M.Si., menyerahkan langsung bantuan sosial kepada enam kepala keluarga (KK) yang menjadi korban kebakaran di Kelurahan Batulo, Kecamatan Wolio, Rabu (1/7/2026).

Penyaluran bantuan ini merupakan bentuk nyata kepedulian dan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, khususnya dalam penanganan tanggap darurat pascabencana.

Dalam penyerahan bantuan tersebut, Sekda Kota Baubau didampingi oleh Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kota Baubau Dra. Hj. Amalia Abibu, M.Si., Camat Wolio, Lurah Batulo, Bhabinkamtibmas, serta jajaran Ketua RT dan RW setempat. Kehadiran seluruh unsur pemerintah dan aparat keamanan ini sekaligus untuk memberikan dukungan moril secara langsung agar warga terdampak dapat kuat menghadapi masa-masa sulit.

Kepala Dinsosnaker Kota Baubau menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan hari ini difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar pokok harian para korban.

"Bantuan yang kami salurkan meliputi kebutuhan pangan mendesak seperti beras, minyak goreng, gula pasir, dan mi instan. Selain itu, untuk menunjang aktivitas harian pascabencana, pemerintah juga menyerahkan peralatan memasak, bantuan sandang berupa pakaian layak, selimut, family kit, serta paket obat-obatan," urai Amalia Abibu.

Pihaknya menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas musibah kebakaran yang melanda permukiman warga di Kelurahan Batulo. Ia berharap stimulus bantuan ini bisa menjadi penyemangat para korban untuk kembali bangkit.

"Pemerintah akan terus hadir di tengah masyarakat, terutama saat terjadi bencana atau musibah. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak sembari menunggu proses pemulihan kondisi tempat tinggal mereka," tambahnya.

Menutup keterangannya, Kepala Dinsosnaker juga mengimbau dan mengajak seluruh lapisan masyarakat Kota Baubau untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Warga diharapkan lebih memperhatikan faktor-faktor pemicu kebakaran di lingkungan rumah masing-masing, seperti instalasi listrik dan penggunaan kompor, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.