BUTON, BUTONSATU.com - Pemerintah Kabupaten Buton mulai mematangkan persiapan untuk berpartisipasi dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) tahun 2026. Rapat koordinasi tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Buton La Ode Syamsudin, S.Pd., M.Si., di Aula Kantor Bupati Buton, Kompleks Perkantoran Takawa, Senin (13/04/2026).
HUT Sultra tahun ini mengusung tema "Harmoni Sultra", sebuah semangat kolaborasi untuk membangun provinsi agar lebih maju, aman, sejahtera, dan religius.
Dalam arahannya mewakili Bupati Buton, Sekda La Ode Syamsudin menekankan bahwa partisipasi Kabupaten Buton tahun ini akan sangat selektif dan efisien. Fokus utama adalah menonjolkan produk asli daerah serta potensi lokal yang dimiliki Tanah Buton.
“Acara ini tetap mengedepankan efisiensi dengan memperhatikan produk lokal. Oleh karena itu, seluruh pihak diharapkan untuk tetap berpartisipasi maksimal dengan sumber daya yang ada,” ujar Sekda di hadapan jajaran OPD.
Pemerintah Kabupaten Buton melalui Dinas Pariwisata, Dinas Kebudayaan, TP-PKK, dan Dekranasda telah menyiapkan sejumlah agenda untuk memeriahkan "Harmoni Sultra", di antaranya:
Pawai Budaya, yang akan diikuti oleh sekitar 30 peserta dengan menampilkan kekhasan budaya Buton, baik dari sisi busana adat, atraksi seni, maupun narasi budaya lokal.
Pameran Produk Unggulan Daerah, yang menampilkan hasil kerajinan dan ekonomi kreatif binaan Dekranasda, termasuk tenun khas Buton dan produk UMKM lokal.
Lomba Tari Kreasi Daerah, sebagai ajang promosi seni budaya sekaligus ruang ekspresi generasi muda.
Lomba Cipta Menu Berbasis Pangan Lokal oleh TP-PKK, yang mengangkat bahan pangan khas daerah sebagai bagian dari diversifikasi konsumsi masyarakat.
Promosi Destinasi Pariwisata Unggulan, melalui materi visual, brosur, dan interaksi langsung untuk menarik minat kunjungan wisatawan ke Kabupaten Buton.
Pertunjukan Seni Tradisional, seperti tari dan musik daerah yang akan ditampilkan secara terjadwal selama kegiatan berlangsung.
Melalui keikutsertaan ini, Pemerintah Kabupaten Buton tidak hanya sekadar memeriahkan perayaan provinsi, tetapi juga menjadikannya sebagai ajang promosi untuk mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
"Langkah ini merupakan ikhtiar kita untuk memperkuat citra daerah sekaligus memastikan budaya dan produk lokal kita dikenal luas, sehingga berdampak pada kesejahteraan masyarakat," pungkas Jenderal ASN Buton tersebut.




















