BUTON, BUTONSATU.com - Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Buton Muhammad Julyawan Abadi, mendorong seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Buton untuk memprioritaskan hasil pertanian petani lokal sebagai bahan baku utama. Langkah ini diambil guna memperkuat keterhubungan antara produksi desa dengan kebutuhan gizi masyarakat.

Muhammad Julyawan Abadi menegaskan bahwa keberadaan SPPG memiliki fungsi ganda: menyediakan asupan bergizi sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan di tingkat akar rumput.

“Ke depan, kami menghimbau seluruh SPPG di Kabupaten Buton untuk mengambil hasil panen petani lokal,” ujar Julyawan saat menghadiri pembagian benih di Desa Warinta, Kecamatan Pasarwajo, belum lama ini.

Julyawan menjelaskan, program makan bergizi gratis yang dikelola melalui SPPG memberikan dampak jangka panjang bagi kelompok rentan, mulai dari anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita. Selain aspek kesehatan, program ini juga menjadi penyerap tenaga kerja lokal melalui perekrutan relawan di masing-masing wilayah pelayanan.

Julyawan juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif sebagai pengawas eksternal guna menjaga kualitas pelayanan SPPG agar tetap optimal dan tepat sasaran.

Implementasi dorongan tersebut mulai ditunjukkan oleh SPPG Awainulu di Kecamatan Pasarwajo. Bekerja sama dengan mitra strategis, SPPG Awainulu menyalurkan bantuan benih sayuran kepada kelompok tani di Desa Warinta sebagai stimulan agar petani menanam komoditas yang dibutuhkan oleh dapur gizi.

Bantuan yang diserahkan terdiri dari 20 bungkus benih buncis dan 5 bungkus benih kacang panjang. Pihak mitra berkomitmen untuk menyerap seluruh hasil panen tersebut, sehingga petani memiliki jaminan pasar tanpa harus khawatir dengan fluktuasi harga.

Pemerintah Desa Warinta melalui Kasi Kesejahteraan dan Pelayanan, Daniel Rowidsa, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif BGN dan SPPG Awainulu. Menurutnya, kepastian serapan hasil panen merupakan motivasi terbesar bagi petani untuk meningkatkan produktivitas.

Melalui sinergi ini, Kabupaten Buton diharapkan mampu membangun ekosistem pangan mandiri di mana kebutuhan gizi nasional dipenuhi oleh keringat petani lokal sendiri.